Menjadi guru
merupakan cita-cita saya sejak kecil, awalnya saya berfikir untuk menjadi guru
sosiologi atau guru sejarah karena saya memang menyukai pelajaran tersebut,
namu saat lulus SMA orang tua saya menyarankan kuliah di jurusan PGSD. Memang
pada dasarnya saya menyukai anak anak dan akhirnya saya memutuskan untuk
menjadi guru SD.
Hikmah yang
bisa saya ambil selama praktik mengajar saya merasa menjadi guru adalah sebuah
pekerjaan yang menguras tenaga dan emosi, terutama menghadapi setiap karakter
siswa yang berbeda beda. Menurut Hamzah. Karakteristik siswa adalah aspek-aspek
atau kualitas perseorangan siswa yang terdiri dari minat, sikap, motivasi
belajar, gaya belajar kemampuan berfikir, dan kemampuan awal yang dimiliki. Setiap
siswa memiliki minat, sikap dan motivasi belajar masing masing. Ada siswa yang
pendiam, aktif, biasa saja, dan bahkan ada siswa yang hiperaktif. Berbagai
jenis karakter siswa saya temukan di kelas tersebut. Ada beragam tingkah laku
yang dilakukan siswa ada yang ribut saat proses pembelajaran, ada siswa yang
tidak pernah pakai sepatu dikelas dengan alasan panas atau lainnya, ada jga
siswa yang sering keluar kelas dan bahkan mengganggu temannya. Dengan adanya praktik
inilah saya sebagai seorang calon guru belajar bagaimana menghadapi berbagai
macam siswa tersebut. Diperlukan kesabaran dan pendekatan yang tepat guna
membimbing siswa siswa yang beragam tersebut. Untuk itu saya mencoba melakukan
bebrapa pendekatan kepada siswa dengan mengobrol ketika istirahat tiba dan
menyabutkan nama mereka jika sedang berbicara atau mengajar dengan begitu siswa
merasa terbuka dan lebih merasa dihargai. Begitupun yang saya rasakan, dengan
meluangkan sedikit waktu untuk berbicara dan mendengarkan terjalin kedekatan
secara emosional antara guru dan siswa, di beberapa kesempatan saya dan
beberapa siswa makan bersama saat istirahat tiba, dan ada beberapa siswa yang
dirumahnya memiliki beberapa pohon yang berbuah mereka membawanya ke sekolah
dan kami makan bersama. Banyak pengalaman menarik yang saya rasakan terutama
ketika kami makan bersama para siswa bercerita
banyak hal dan tak jarang membuat saya tertawa, moment seperti itu
sungguh sangat menyenangkan dan terkadang membuat saya rindu saat saat
tersebut.
Dari praktik
yang sudah saya lakukan saya juga merasakan
bagaimana lelahnya membuat media pembelajaran dan mempersiapkan materi ajar
butuh waktu yang lebih dan biaya yang tidak murah untuk membuat suatu media,
belum lagi jika media rusak hal itu akan merepotkan. Memang benar dengan
menggunakan media pembelajaran siswa lebih aktif dan focus dalam kegiatan
pembelajaran seperti yang dikutip dari Pupuh Fathurohman mengemukakan bahwa fungsi media pembelajaran
diantaranya: Menarik perhatian siswa, Membantu
untuk mempercepat pemahaman dan proses pembelajaran, Memperjelas
penyajian pesan agar tidak bersifat verbalistis (dalam bentuk kata-kata
tertulis atau lisan), Mengatasi
keterbatasan ruang, Pembelajaran
lebih komunikatif dan produktif, Waktu
pembelajaran bisa dikondisikan, Menghilangkan
kebosanan siswa dalam belajar, Meningkatkan
motifasi siswa dalam belajar, Melayani gaya
belajar siswa yang beraneka ragam, Meningkatkan kadar keaktifan siswa dalam
kegiatan pembelajaran. Namun menurut
saya faktanya dengan gaji yang kurang dari UMR sangat tidak memungkinkan untuk
membuat media pembelajaran yang menggunakan sejumlah uang. Jangankan untuk
membuat media untuk keperluan sehari-hari saja saya rasa kurang. Belum lagi tak
setiap bulan para guru honorer mendapat gaji terkadang gaji mereka turun 3
bulan sekali, bisa dibayangkan gaji yang hanya 300 ribu dibayarkan 3 bulan sekali.
Menurut saya
menjadi seorang guru juga merupakan pekerjaan yang memiliki peran yang sangat
penting diantaranya menurut wina sanjaya guru memiliki beberapa peranan
yaitu : Guru sebagai sumber belajar,
Guru sebagai fasilitator, Guru sebagai pengelola, Guru sebagai demonstrator,
Guru sebagai pembimbing, Guru sebagi motivator, Guru sebagai evaluator.
Terlihat dari fungsi-fungsi yang dimiliki dan harus dilakukan guru sebagai
manager atau pengelola pembelajaran sudah cukup komplek, belum lagi guru juga
harus menjalankan peran pentingnya yang lain, seperti peran sebagai ibu, istri
ataupun anak. menandakan bahwa profesi
guru bukanlah sebuah profesi yang mudah untuk dijalani. Sangat perlu kemampuan
dan disiplin terhadap keprofesian guru yang baik agar dapat melaksanakan peran
guru namun tetap bisa melaksanakan peran yang lain secara baik. Menjadi seorang
guru juga menyita waktu seperti membuat soal, mengkoreksi soal, mengisi rapot,
mengisi ijazah dll, terkadang waktu yang dihabiskan bersama keluarga berkurang
Hal ini saya rasakan sendiri sebagai seorang anak yang notabennya kedua orang
tua saya berprofesi sebagai guru. Biasanya ketika pagi hari tiba ibu saya
jarang sekali menyiapkan sarapan, hanya pada hari minggu saja ibu saya bisa
membuatkan sarapan dikarenakan pada hari biasa ibu saya harus berangkat pagi
hari. Dan di siang harinya biasanya saya lebih sering membeli makan diluar
karena ibu saya biasanya pulang sore atau jika pulang siang ibu saya kelelahan
dan tidur. Namun yang saya teladani dari kedua orang tua saya terutama ibu saya
bahwa beliau tidak pernah mengeluh dan ikhlas menjalani pekerjaannya. ibu saya jugab
merupakan guru yang disenangi oleh siswanya beliau tak pernah membedakan siswa
satu dengan yang lain, beliau juga dekat sekali dengan semua siswa, beliau
sering bercanda dan mengobrol dengan siswanya dan menganggap siswanya sebagai
anak sendiri sehingga seluruh siswanya dekat dan terbuka.
Jadi intinya
seorang guru yang baik adalah guru yang mengajari siswanya dengan hati yang
ikhlas dan kesabaran, seorang guru juga tidak hanya mengajarkan ilmu pengetahuan
tetapi tetapi juga mendidik dan menanamkan karakter yang berbudi pekerti. Semoga
dengan pengalaman yang saya alami bebrapa waktu ini dapat menjadikan saya lebih
baik lagi dan menjadi guru yang disenangi siswa.
