Seperti yang kita ketahui baru baru ini dunia
pendidikan dihebohkan dengan keputusan kemendikbud dalam mencetuskan full day
school. Banyak pihak yang mempertanyakan keputusan kemendikbud terkait full day
school. Sebenarnya apa itu full day school?. Sebenarnya full day scholl adalah
sistem sekolah yang menggunakan
konsep dimana mereka menggabungkan antara waktu belajar dan waktu
bermain anak di sekolah selama 5 hari per minggu, dan pada hari sabtu
disisipkan untuk exstra kulikuler. Berbeda dengan konsep sekolah reguler biasa
yang menggunakan 6 hari sebagai hari evektif dan menggunakan hari minggu sebagai
hari untuk exstrakurikuler. Dengan di cetuskannya full day school ini
pemerintah berharap para siswa dapat terhindar dari pengaruh-pengaruh
negatif dan kegiatan kontraproduktif, seperti penyalahgunaan narkoba, tauran,
dan sebagainya. Konsep full day
school sendiri bukan merupakan hal yang baru lantaran sudah
diterapkan di beberapa sekolah swasta. Model ini juga memiliki bebrapa
kelebihan, seperti siswa siswa mendapat metode pembelajaran yang bervariasi
dibanding sekolah reguler. Selain itu, perkembangan bakat, minat, dan
kecerdasan siswa terantisipasi sejak dini melalui pantauan program bimbingan
dan konseling. Manfaat lainnya, yaitu meningkatkan gengsi orang tua yang
memiliki orientasi terhadap hal-hal yang bersifat prestisius. Kendati demikian, full day
school juga memiliki kekurangan. Hal inilah yang
kemudian menimbulkan berbagai kritik di tengah masyarakat. Pertama,
pembelajaran sehari penuh membutuhkan kesiapan fisik daan psikologis. Jika
tidak siap, siswa akan bosan bahkan frustasi. Kedua, anak-anak akan banyak
kehilangan waktu untuk belajar tentang hidup bersama keluarganya di rumah.
Kekurangan berikutnya, full day
school membuat
anak-anak banyak kehilangan waktu untuk belajar tentang hidup bersama
keluarganya di rumah. Penerapan konsep ini di sekolah swasta bahkan membutuhkan
biaya yang umumnya lebih mahal daripada sekolah biasa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar