Realisme adalah suatu aliran filsafat yang luas yang meliputi
materialisme disatu sisi dan sikap yang lebih dekat kepada idealisme objektif
di pihak lain. Realisme adalah pandangan bahwa objek-objek indera adalah riil
dan berada sendiri tanpa bersandar kepada pengetahuan lain atau kesadaran akal
. Diketahuinya atau menjadi objek pengalaman, tidak akan mempengaruhi watak
sesuatu benda atau mengubahnya. Benda-benda ada dan kita mungkin sadar dan
kemudian tidak sadar akan adanya benda-benda tersebut, tetapi hal itu tidak
mengubah watak benda-benda tersebut. Benda-benda atau bojek memang mungkin
memiliki hubungan dengan kesadaran, namun benda-benda atau objek tersebut tidak
diciptakan atau diubah oleh kenyataan bahwa ia diketahui oleh subjek. Aliran
Realisme dalam filsafat bersanding dekat dengan aliran Idealisme meski dalam
posisi yang dikotomik. Dalam pengertian filsafat, realisme berarti
anggapan bahwa objek indera kita adalah real.; benda-benda ada, adanya itu
terlepas dari kenyataan bahwa benda itu kita ketahui, atau kita persepsikan
atau ada hubungannnya dengan pikiran kita Realisme menegaskan bahwa sikap common
sense yang diterima orang secara luas adalah benar, artinya bahwa bidang
alam atau objek fisik itu ada, tak bersandar kepada kita, dan bahwa pengalaman
kita tidak mengubah fakta benda yang kita rasakan. Dalam perspektif epistemologi maka aliran
realisme hendak menyatakan bahwa hubungan antara subjek dan objek diterangkan
sebagai hubungan dimana subjek mendapatkan pengetahuan tentang objek murni . karena
pengaruh objek itu sendiri dan tidak tergantung oleh si subjek. Pemahanan
subjek dengan demikian ditentukan atau dipengaruhi oleh objek. Realisme dalam
filsafat terdiri dari beberapa jenis, mulai dari personal realisme , realisme
Platonik atau konseptual atau klasik Asumsi yang dipakai adalah bahwa yang riil
itu bersifat permanen dan tidka berubah sehingga ide atau universal adalah
lebih riil daripada yang individual . Selain itu muncul pula jenis relisme yang
lebih menarik yang diwakili oleh Aristoteles. Menurutnya dunia yang riil adalah
dunia yang dirasakan sekarang, dan bentuk serta materi tak dapat dipisahkan.
Realitas justru terdapat dalam benda-benda kongkrit atau dalam perkembangan benda-benda
itu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar