Kamis, 22 Desember 2016

FILOSOFI PINSIL KAYU



Di balik pensil kayu yang sering patah itu, kamu bisa melihat sesuatu yang berharga asalkan kamu lebih peka. Pensil kayu itu tadinya panjang, tapi lama kelamaan menjadi makin pendek setelah kamu gunakan untuk menulis. Lama-lama pensilnya habis, dan kamu lempar dia ke tong sampah. Tetapi lihatlah, serbuk-serbuk pensil kayu sudah menjelma jadi catatan di buku tulismu.
Belajarlah berkorban seperti si pensil kayu. Tanpa kamu sadari, pensil kayu itu yang membantumu menjadi lebih pandai dari hari ke hari. Agar tak kalah dengan si pensil kayu, mulailah sedikit berkorban untuk orang-orang yang kamu cintai. Jika belum punya materi yang memadai, waktu, ide atau tenagamu juga bisa membuat mereka tersenyum bahagia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar