Secara umum, filsafat mempunyai
objek yaitu segala sesuatu yang ada dan mungkin ada dan boleh juga
diaplikasikan, yaitu tuhan, alam semesta, dan sebagainya. Apabila diperhatikan
secara seksama objek filsafat tersebut dapat dikatagorikan kepada dua:
1. Objek material
Objek
material ini adalah sasaran material suatu penyelidikan, pemikiran atau
penelitian keilmuan. Objek material filsafat ilmu adalah ilmu pengetahuan itu
sendiri, yaitu pengetahuan yang telah disusun secara sistematis dengan metode
ilmiah tertentu, sehingga dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya secar umum.
2. Objek formal
Objek
formal merubah objek khusus filsafat yang sedalam-dalamnya Objek formal adalah
sudut pandang dari mana sang subjek menelaah objek materialnya. Suatu obyek
material dapat ditinjau dari berbagai sudut pandang sehingga menghasilkan ilmu
yang berbeda-beda. Objek formal ini dapat dipahami melalui dua kegiatan:
a. Aktivitas berfikir
murni (reflective thinking) artinya kegiatan akal manusia dengan usaha
untuk mengerti dengan usaha untuk mengerti secara mendalam segala sesuatunya
sampai ke akar-akarnya.
b. Produk kegiatan berfikir
murni, artinya hasil dari pemikiran atau penyelidikan dalam wujud ilmu atau
ideologi.
Mengenai objek forma ini ada juga yang mengindentikan dengan
metafisika, yaitu hal-hal diluar jangkauan panca indra, seperti persoalan
esensi dan substansi alam, yaitu sebab utama terjadinya alam. Metafisika berasal
dari bahasa yunani, yaitu metha artinya di belakang, sedangkan fisika
artinya fisik atau nyata. Untuk itu dapat dipahami pengertian methafisika
adalah pemikiran yang jauh dan mendalam dibalik apa yang bisa dijangkau
oleh panca indra seperti Tuhan, asal alam, hakikat manusia,
dan sebagainya.
Daftar pustaka
Zulhelmi.2004.Filsafat Ilmu.Palembang:IAIN Raden Fatah
Press
Martini,Eka.2012.Filsafat Umum.Palembang:Noer Fikri
Offset
Tidak ada komentar:
Posting Komentar