Benarkah kita baik? Yakin?
Kita tidak pernah benar-benar
baik, . Kita baik hanya karena 'aib-aib' kita disembunyikan dengan baik. Bukankah
kita masih sering membicarakan orang lain dan dibicarakan oleh orang-orang yang
'seolah mengenal kita'? Bagaimanapun pendapat orang atas diri kita, toh
pada akhirnya tidak ada yang paling mengenal siapa diri kita yang sebenarnya,
selain kita sendiri.. Mereka membicarakan diri kita seolah sudah mengenal baik
siapa kita? Sudahlah, tidak mengapa. Coba pikirlah sekali lagi, apakah kita
benar sudah baik? Tidak ada gunanya menilai manusia lain dengan standar manusia
lainnya. Tidak ada gunanya menilai kebaikan orang lain dengan standar baik ala
kita juga. Tentu saja begitu, itulah kebenarannya. Kita semua terlahir di bumi,
kita berusaha saling mengerti satu sama lain sampai di persoalan paling
sederhana, hingga akhirnya sudah banyak sekali yang hidup bersama. Kita sesama
manusia mencoba untuk dekat dengan sesama, hidup berdampingan, menikah, punya
anak, saling berserikat mendirikan kebersamaan sekompleks negara. Sampai hidup
kita berakhir suatu hari nanti, dan barulah kita menyadari bahwa kita sejatinya
lahir dan mati sendiri. Jadi tak perlu khawatir sudah baik atau belum kita
selama ini?
Jika mau jadi baik ya silahkan.
Tapi jika kita sudah berusaha baik, namun masih tak dianggap baik pun tak perlu
khawatir. Santai saja seperti di pantai.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar