Kamis, 15 Desember 2016

Fungsi Inovasi Pendidikan



Fungsi dari inovasi pendidikan yakni berfungsi pada saat menghadapi persoalan umum dan menghadapi persoalan sistem pendidikan.
1.      Persoalan umum tersebut diantaranya pada saat bertambahnya jumlah penduduk yang harus disertai dengan kualitas penduduk itu sendiri. Berkembangnya ilmu pengetahuan akan meningkatkan terciptanya inovasi dalam pendidikan. Dalam pembelajaran di kelas, guru dapat menggunakan media agar lebih mudah memahamkan materi pelajaran kepada peserta didik, serta harus mengundang rasa penasaran anak.Di jaman Post Modern perkembangan ilmu pengetahuan dapat diukur melalui publikasi internasional yang ditandai dengan adanya jurnal-jurnal yang terindeks SCOPUS.Jika jurnal telah terindeks SCOPUS, maka sudah dapat diakui bahwa ilmu pengetahuan di suatu negara telah berkembang. Di Indonesia, jurnal yang terindeks tersebut pun dapat dijadikan syarat kenaikan jabatan untuk se-tingkat dosen. Berkembangnya teknologi di dunia pendidikan saling beriringan dalam perkembangannya.Teknologi dapat berdampak pada konsuminisme. Hal tersebut dapat dilihat dari semakin maraknya hegemoni teknologi yakni proses penarikan atau ketertarikan manusia terhadap teknologi seperti Smartphone dan langsung ingin mendapatkannya. Adapun hegemoni budaya merupakan ketertarikan manusia terhadap budaya barat yang di gunakan di Indonesia.
2.      Menghadapi persoalan sistem pendidikan. Persoalan tersebut diantaranya persoalan sumber pendidikan yang terbatas dan belum dimanfaatkan, sistem pendidikan masih lemah, contohnya kurikulum yang digunakan di Indonesia masih ambigu karena pada saat pergantian kurikulum terlalu cepat.Kemudian budaya literasi di Indonesia masih rendah serta konsepsi dan praktik pendiidikan belum mantap.
Modernisasi merupakan perubahan sosial masyarakat dari tradisional menuju ke arah yang lebih maju yang ditandai dengan penerapan IPTEK pada semua segi kehidupan serta penyesuaian hidup dengan konstelasi dunia.
Ciri-ciri modernisasi dapat dilihat dari kebutuhan materi dan ajang persaingan yang semakin tinggi, kemajuan teknologi dari awalnya jadul menjadi canggih, industrialisasi yang awalnya agraris menjadi masyarakat industri, individualisasi yang awalnya komunal (kebersamaan) menjadi individual, sekulirasi yang awalnya suatu agama itu menyatu menjadi terpisah-pisah dan akulturasi yang terjadi seperti substansi, sinkretisme, adisi, dekulturasi, orijinasi dan penolakan. Cara yang dilakukan dalam proses akulturasi tersebut yakni asimilasi, inkorporasi dan ekstinsi.


Ciri-ciri modernisasi yaitu sebagai berikut.
1.      suatu perubahan sosial tersebut dapat memberikan kemudahan bagi manusia
2.      Hampir semua kebutuhan manusia pun terpenuhi
3.      Melahirkan teori baru
4.      Logika ekonomi dan orientasi kebendaan berlebihan sehingga manusia selalu ingin mencari potensi suatu barang agar dapat dijual dan menghasilkan uang banyak
5.      Perhatian religius dicurahkan untuk bekerja dan menumpuk kekayaan.
Syarat modernisasi yakni sebagai berikut.
1.      Manusia dapat berpikir ilmiah melalui sebuah pengamatan yang menjadikan setiap ucapan harus disertai dengan bukti dan tidak hanya berspekulasi.
2.      Sistem administrasi negara yang baik harus disertai dengan sistem pengumpulan data yang baik, teratur dan terpusat.
3.      Penciptaan iklim yang baik melalui alat komunikasi massa,
4.      Tingkat organisasi yang tinggi
5.      Sentralisasi wewenang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar