Fungsi
dari inovasi pendidikan yakni berfungsi pada saat menghadapi persoalan umum dan
menghadapi persoalan sistem pendidikan.
1. Persoalan umum tersebut diantaranya pada
saat bertambahnya jumlah penduduk yang harus disertai dengan kualitas penduduk
itu sendiri. Berkembangnya ilmu pengetahuan akan meningkatkan terciptanya
inovasi dalam pendidikan. Dalam pembelajaran di kelas, guru dapat menggunakan
media agar lebih mudah memahamkan materi pelajaran kepada peserta didik, serta
harus mengundang rasa penasaran anak.Di jaman Post Modern perkembangan ilmu
pengetahuan dapat diukur melalui publikasi internasional yang ditandai dengan
adanya jurnal-jurnal yang terindeks SCOPUS.Jika jurnal telah terindeks SCOPUS,
maka sudah dapat diakui bahwa ilmu pengetahuan di suatu negara telah
berkembang. Di Indonesia, jurnal yang terindeks tersebut pun dapat dijadikan
syarat kenaikan jabatan untuk se-tingkat dosen. Berkembangnya teknologi di
dunia pendidikan saling beriringan dalam perkembangannya.Teknologi dapat
berdampak pada konsuminisme. Hal tersebut dapat dilihat dari semakin maraknya
hegemoni teknologi yakni proses penarikan atau ketertarikan manusia terhadap
teknologi seperti Smartphone dan langsung ingin mendapatkannya. Adapun hegemoni
budaya merupakan ketertarikan manusia terhadap budaya barat yang di gunakan di
Indonesia.
2. Menghadapi persoalan sistem pendidikan.
Persoalan tersebut diantaranya persoalan sumber pendidikan yang terbatas dan
belum dimanfaatkan, sistem pendidikan masih lemah, contohnya kurikulum yang
digunakan di Indonesia masih ambigu karena pada saat pergantian kurikulum
terlalu cepat.Kemudian budaya literasi di Indonesia masih rendah serta konsepsi
dan praktik pendiidikan belum mantap.
Modernisasi
merupakan perubahan sosial masyarakat dari tradisional menuju ke arah yang
lebih maju yang ditandai dengan penerapan IPTEK pada semua segi kehidupan serta
penyesuaian hidup dengan konstelasi dunia.
Ciri-ciri
modernisasi dapat dilihat dari kebutuhan materi dan ajang persaingan yang
semakin tinggi, kemajuan teknologi dari awalnya jadul menjadi canggih,
industrialisasi yang awalnya agraris menjadi masyarakat industri, individualisasi
yang awalnya komunal (kebersamaan) menjadi individual, sekulirasi yang awalnya
suatu agama itu menyatu menjadi terpisah-pisah dan akulturasi yang terjadi
seperti substansi, sinkretisme, adisi, dekulturasi, orijinasi dan penolakan.
Cara yang dilakukan dalam proses akulturasi tersebut yakni asimilasi,
inkorporasi dan ekstinsi.
Ciri-ciri modernisasi
yaitu sebagai berikut.
1. suatu perubahan sosial tersebut dapat
memberikan kemudahan bagi manusia
2. Hampir semua kebutuhan manusia pun
terpenuhi
3. Melahirkan teori baru
4. Logika ekonomi dan orientasi kebendaan
berlebihan sehingga manusia selalu ingin mencari potensi suatu barang agar
dapat dijual dan menghasilkan uang banyak
5. Perhatian religius dicurahkan untuk
bekerja dan menumpuk kekayaan.
Syarat modernisasi
yakni sebagai berikut.
1. Manusia dapat berpikir ilmiah melalui
sebuah pengamatan yang menjadikan setiap ucapan harus disertai dengan bukti dan
tidak hanya berspekulasi.
2. Sistem administrasi negara yang baik
harus disertai dengan sistem pengumpulan data yang baik, teratur dan terpusat.
3. Penciptaan iklim yang baik melalui alat
komunikasi massa,
4. Tingkat organisasi yang tinggi
5. Sentralisasi wewenang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar