Dalam adzan, lafadz "Allaahu akbar"
sampai syahadat, Nabi kita menjawab lafadz yang sama dengan apa yang
dilafadzkan muadzin karena kita sama-sama mengikrarkan tiada ilah selain Allaah
dan Muhammad adalah utusan-Nya. Dan itulah bentuk iman kita.
Namun ketika lafadz, "Hayya 'alash sholaah dan
hayya 'alal Falah" kita menjawab "laa haula walaa quwwata illaa
billaah".
Artinya sholat dan kemenangan tidak akan terjadi terhadap kita melainkan atas taufik dan hidayah serta pertolongan dari Allaah.
Artinya sholat dan kemenangan tidak akan terjadi terhadap kita melainkan atas taufik dan hidayah serta pertolongan dari Allaah.
Namun yang menarik di sini adalah dalam adzan
"hayya 'alal falaah" (mari kita menuju kemenangan). Kemenangan yang
dimaksud adalah kemenangan Islam atas musuhnya yaitu kekufuran dan kemusyrikan.
Namun untuk menuju kemenangan tersebut, apa yang
harus kita lakukan?
Tentunya sebelum kemenangan itu terjadi, kita harus
mendirikan sholat sebagaimana lafadz dalam adzan. Sebelum kemenangan ada seruan
untuk mendirikan sholat. Sebagai contoh, jika ingin rizki sholat dhuha, jika
ada keinginan sholat hajat, dan sebagainya. Tentunya sholat yang baik adalah
sholat yang khusyu' dan kekhusyu'an merupakan upaya kita untuk berkonsentrasi
terhadap sholat tersendiri dan khusyu', sedangkan khusyu' merupakan karunia
dari Allaah, maka kita memohon atas itu.
Sebelum sholat apa lagi?
"Was ta'iinuu bish shobri wash sholaah," jadikan sholat dan "shobar" sebagai penolongmu.
Ternyata sebelum sholat untuk mencapai kemenangan Islam adalah dengan jalan "shobar". "Shobar" dalam artian, menahan diri dari ketidakta'atan kepada Allaah, dan bertahan dalam keta'atan Allaah swt.
"Was ta'iinuu bish shobri wash sholaah," jadikan sholat dan "shobar" sebagai penolongmu.
Ternyata sebelum sholat untuk mencapai kemenangan Islam adalah dengan jalan "shobar". "Shobar" dalam artian, menahan diri dari ketidakta'atan kepada Allaah, dan bertahan dalam keta'atan Allaah swt.
Sebelum "shobar", apa lagi?
"Watawaa shoubil haqqi watawaa shoubish shobri", dan menasihati dalam perkara kebenaran dan kesabaran.
Ternyata sebelum "shobar" kita harus benar dalam menjalankan segala sesuatu dalam aspek kehidupan kita. Baik dari bangun tidur sampai tidur lagi, baik sendiri atau jama'ah, baik dakwah atau belajar, dan sebagainya.
"Watawaa shoubil haqqi watawaa shoubish shobri", dan menasihati dalam perkara kebenaran dan kesabaran.
Ternyata sebelum "shobar" kita harus benar dalam menjalankan segala sesuatu dalam aspek kehidupan kita. Baik dari bangun tidur sampai tidur lagi, baik sendiri atau jama'ah, baik dakwah atau belajar, dan sebagainya.
Ikhwah fillaah, tentunya untuk melakukan suatu
kebenaran kita harus 'MEMBACA' pedoman dari suatu perbuatan tersebut. Apakah
itu kuliah, pidato, dakwah, sholat, zakat dan ibadah lainnya. Kita harus
membaca pedomannya agar kita menjalaninya dengan terarah dan tersistematis
dengan baik.
Oleh karenanya, wahyu yang pertama yang diturunkan
Allaah lewat Malaikat Jibril kepada Rasulullaah saw adalah Al 'alaq ayat 1-5,
yaitu ayat pertama yg terkenal "iqro bismirobbikalladzii kholaq,"
bacalah dengan menyebut nama Robmu yang telah menciptakanmu.
Ya 'Bacalah' yaitu perintah untuk membaca.
Ya 'Bacalah' yaitu perintah untuk membaca.
Jadi bisa kita ambil kesimpulan untuk mencapai
kemenangan Islam dapat kita simpulkan dengan rumus.
Membaca-Benar-Shobar-Sholat-Falah (kemenangan)
Jika ini adalah ajaran Islam maka Islam sama dengan
sebuah sistem, tidak bisa kita meninggalkan salah satu poin saja atau beberapa
poin dalam memperoleh kemenangan Islam. Kita harus semampu kita untuk
melaksanakan dari poin di atas.
Mulai sekarang mari kita menjadi mujahid dan
mujahadah dakwah, yang gemar membaca, benar dalam aspek kehidupannya,
"shobar" dalam menjalani keta'atan terhadap Allah swt, selalu
mendirikan sholat wajib dan ataupun sunnahnya, agar kita mendapatkan kemenangan
Islam yang kita cita-citakan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar