Minggu, 11 Desember 2016

CIRI CIRI FILSAFAT


 
Menurut Clarence I. Lewis seorang ahli logika mengatakan bahwa filsafat itu sesungguhnya suatu proses refleksi dari bekerjanya akal. Sedangkan sisi yang terkandung dalam proses refleksi adalah berbagai kegiatan atau problema kehidupan manusia. Dalam kegiatan problema tersebut terdapat beberapa ciri yang dapat mencapai derajat pemikiran filsafat yaitu:
a.       Sangat umum dan universal
Pemikiran filsafat mempunyai kecenderungan sangat umum dan tingkat keumumannya sangat tinggi. Karena pemikiran filsafat tidak bersangkutan dengan objek-objek khusus, akan tetapi bersangkutan dengan konsep-konsep yang sifatnya umum. Misalnya tentang manusia, tentang keadilan, tentang kebebasan dan lainnya.
b.      Tidak factual
Pengertian factual kata lainnya adalah spekulatif yang artinya filsafat membuat dugaan-dugaan yang masuk akal mengenai sesuatu dengan tidak berdasarkan ada bukti. Hal ini sebagai sesuatu hal yang melampaui batas dari fakta-fakta pengetahuan ilmiah. 
c.       Bersangkutan dengan nilai
C.J. Ducasse mengatakan bahwa filsafat merupakan usaha untuk mencari pengetahuan, berupa fakta-fakta yang disebut penilaian. Yang dibicarakan dalam penilaian adalah tentang yang baik dan yang buruk, yang susila dan asusila dan akhirnya filsafat sebagai suatu usaha mempertahankan nilai.
d.      Berkaitan dengan arti
Diatas telah dikemukakan bahwa nilai selalu dipertahankan dan dicari. Sesuatu yang bernilai tentu didalamya penuh dengan arti dan makna. Agar upaya filosof dalam mengungkapkan ide-idenya bersyarat dengan arti, maka para filosof harus dapat menciptakan kalimat-kalimat yang logis dan bahasa yang tepat (ilmiah), kesemuanya itu berguna untuk menghindari adanya kesalahan.
e.       Implikatif
Pemikiran filsafat yang baik dan terpilih selalu mengandung implikasi (akibat logis), dan dari implikasi tersebut diharapkan akan mampu melahirkan pemikiran baru, sehingga akan terjadi proses pemikiran yang dinamis: dari tesis ke anti tesis kemudian sintesis, dan seterusnya, sehingga tiada habis-habisnya. Pemikiran yang implikatif akan dapat menyuburkan intelektual.
Sedangkan menurut Suyadi M.P. pemikiran kefilsafatan mempunyai katakteristik sendiri, yaitu
a)      Menyeluruh
Artinya, pemikiran yang luas karena tidak membatasi diri dan bukan hanya ditinjau dari satu sudut pandangan tertentu. Pemikiran kefilsafatan ingin mengetahui hubungan antara ilmu yang satu dengan ilmu-ilmu lain, hubungan ilmu dengan moral, seni, dan tujuan hidup.
b)      Mendasar
Artinya, pemikiran yang dalam sampai kepada hasil yang fundamental atau esensial objek yang dipelajarinya sehingga dapat dijadikan dasar berpijak bagi segenap nilai dan keilmuan. Jadi, tidak hanya berhenti pada periferis (kulitnya) saja, tetapi sampai tembus ke kedalamannya.
c)      Spekulatif
Artinya, pemikiran yang didapat dijadikan dasar bagi pemikiran selanjutnya. Hasil pemikirannya selalu dimasudkan sebagai dasar untuk menjelajah wilayah pengetahuan yang baru. Meskipun demikian, tidak berarti hasil pemikiran kefilsafatan itu meragukan, karena tidak pernah mencapai pemyelesaian.
Daftar pustaka
http://knowledgeisfreee.blogspot.co.id/2015/11/makalah-pengertian-filsafat-ciri-ciri.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar