Jadilah seperti daun, walau tak
seindah bunga tapi ia tetap mempunyai peran yang lebih utama dari bunga.
Daun adalah organ terpenting bagi
tumbuhan untuk melangsungkan hidupnya karena tumbuhan adalah organisme autotrof
obligat, ia harus memasok kebutuhan energinya sendiri melalui konversi energi
cahaya menjadi energi kimia. Kita tahu bahwa proses fotosintesis sendiri
berlangsung didalam daun. Dimana dibutuhkannya CO2 dan klorofil dengan bantuan
sinar matahari maka menghasilkan O2 yang dibutuhkan bagi kehidupan makhluk
lainnya. Seperti hewan dan juga manusia.
Belajar hidup dari filosofi daun.
Karena daun tahu bahwa ia bertugas memberi kehidupan untuk pohonan. Maka ia
menjalankan tugasnya sebagai daun dengan tidak menuntut menjadi akar, karena ia
sadar akan kodratnya sebagai daun.
Daun tahu suatu saat ia pasti akan
rontok, ia jatuh ke tanah. Karena itu ia pun tidak membenci ketika angin
menjatuhkannya. Atau pun marah ketika ulat-ulat menggerogoti dirinya. Ia adalah
contoh sifat pasrah atas kodratnya. Penyerahan hidup atas segala
kepemilikannya. Yang tertuju baginya ialah manfaat yang mampu ia berikan kepada
lainnya.
Pada saat ia jatuh berguguran ia
tetap memandang tunas-tunas yang tumbuh menggantikannya. Tugasnya memberi
kehidupan kepada pohon tidak pernah purna meski ia telah jatuh dari dahannya.
Ketika daun telah jatuh ke tanah
dirinya tetap bisa bermanfaat bagi kehidupan lainnya. Ia menjadi makanan
cacing, menjadi humus yang memberikan mineral-mineral lain bagi kehidupan sang
pohon. Mengapa kita tidak belajar kepada daun yang tetap bermanfaat bagi
kehidupan kendati ia telah rontok ke tanah???
Tidak ada komentar:
Posting Komentar